Skip to main content

Ketika harapan menggoreskan luka


Mengapa aku bisa begitu menggilaimu
Aku merasa mulai memahami sosokmu
Aku merasa punya kesempatan bersamamu 
Aku sanggup mengisi harimu dengan bahagia
Tapi ternyata memang kita tak pernah sejalan

Ku coba terus melangkah menggapaimu 
Jariku seakan menggenggam tanganmu 
namun ternyata semua hanya ilusi manis 
Ku kira percakapan kita spesial bagimu 
Ku sangka perlakuanmu adalah bukti
Ku pikir kau menganggapnya istimewa 
Nyatanya aku salah menafsirkannya
Bagimu aku tak punya arti untukmu 
Rasa cintaku seolah tak pernah ada

Tak mungkin kau tak tau perasaanku
Tak mungkin kau tak paham perhatianku
Tak mungkin hatimu buta mengartikannya
Semua rasa ku terhadapmu adalah cinta
Apa matamu sengaja kau butakan?
Apa hatimu sengaja dikunci rapat? 
Adakah bayanganku menyentuhmu?

Kau biarkan aku mengejar bayangan
Perhatianku seakan tak ada gunanya
Entah kau sembunyikan dimana rasa itu
Bahagiaku sekarang gelap menghitam

Bahkan ketika kau memilih dia
Aku tak bisa menahanmu pergi 
Kau membiarkan aku sendirian 
Tanpa mengucapkan kata pisah 
Tanpa kau tau cinta itu dihatiku

Ternyata aku belum mengenalmu 
Ternyata aku belum memahamimu 
Ternyata kau yang aku perjuangkan
Tak sehebat yang aku bayangkan

Jakarta,
Angel Sibarani

Comments