Diam, sunyi, dingin
Membelai tubuhku yang rapuh
Saat semua angan yang mulai terbuka cerah
Menjadi hitam pekat dalam kegelapan
Hati ini hancur tak terkendali
Oleh tawa, tangis, dan amarah
Tetes peluh mengalir deras
Bersama tetes air mata
Dari hati yang terluka
Akan cinta yang telah diraih
Namun hanya sekejap
Semua bahagia menjadi tangis
Sirnah semua harapan akan cinta
Lenyap sudah asa ini
Terasa perih hatiku
Bagai tertancap oleh duri mawar indahmu
Yang kau tancapkan perlahan dalam hatiku
Tetes darah cinta sejati
Mengalir pekat dalam tangis hidup ini
Menoreh luka batin yang tak terjawab
Membekas lekat dijiwa dan raga ini
Ingin ku kayuh lagi asaku
Tapi entah kapan ku mulai
Aku ingin berdiam diri
Dalam keheningan mimpi
Mengobati perih hatiku
Yang kau berikan
Jakarta,
Angel Sibarani
Comments
Post a Comment