Ku lihat langit mulai tak bersahabat
Memendam sebuah rasa menyesal
Amarah menggelegar dan meredup
Senada dengan rasa khawatirku
Telah ku buang semua kenangan
Seperti semua aneka payung hati
Dan ribuan selimut cerita cinta
untuk menahan curahan tangis
tapi aku salah, aku telah lupa
langit murka melihat kerapuhanku
gelap ini ada karena kemauanku
Badai datangnya atas seizinku
Badai datangnya atas seizinku
langit adalah cerminan hatiku
langit telah mengajariku
Tentang arti kesabaran
Tentang sebuah keteguhan
Jakarta,
Angel Sibarani
Comments
Post a Comment