Skip to main content

Teruntuk pemilik hati dan sang penggoda


Aku puan yang memperjuangkanmu
Aku yang menguatkanmu ketika rapuh
Aku selalu temani tiap langkah kakimu
Sudah empat tahun lamanya kita bersama
Banyak cerita suka dan duka yang kita tulis
Kita pernah hampir menyerah berjuang
Kita juga pernah tertawa bahagia


Dia puan yang baru kau kenal
Dalam hitungan bulan kau berhasil berpaling
Kau mulai menggoreskan cerita bersamanya
Kau begitu terlena di dalam cintanya

Sampai kau lupa,
Masih ada aku diantara kalian
Masih ada aku yang masih mencintaimu
Masih ada aku yang tak tau penghianatan kalian
Masih ada aku yang selalu menunggumu pulang

Apa salahku padamu?
Apa kurangnya aku selama ini?
Apa aku tak semenarik dulu di matamu?
Kenapa kau lebih memilih penggoda itu?
Apa lebihnya dia dari diriku?
Apa menariknya dia dibanding aku?
Mengapa kau setega itu padaku?
Mengapa kau khianati cinta kita?

Tuan sungguh kau tak adil padaku
Teganya kau bermain api di belakangku
Kau cinta aku, tapi kau merajut cinta lain
Kau bilang tak akan meninggalkan aku
Ternyata kau yang pergi tinggalkan aku
Dimana kesetiaan yang kau janjiikan?

Tuan apa kau lupa akulah pemilik hatimu?
Kau biarkan sang penggoda hadir diantara kita
Kau izinkan dia merebut semua kebahagiaanku
Entahlah, apa yang saat itu ada di benakmu!

Meski kini badai berganti pelangi
Tapi hatiku belum pulih seutuhnya
Hati ini telah hancur berkeping-keping
Luka pengkhianatanmu terpatri dalam hatiku
Jujur, aku memang sudah memaafkan dirimu
Tapi bagiku namamu telah mati tepat setelah kau pergi

Jakarta,
Angel Sibarani


Comments

Popular posts from this blog

(Prosa) teruntuk lelaki yang berjuang bersamaku

Aku memang bukanlah wanita yang sempurna, bukan berasal dari keluarga berada, wajahku juga tak secantik artis Korea. Tadinya, aku tak pernah memikirkan perkara cinta. Buat perempuan sepertiku, perkara cinta hanya buang-buang waktu saja. Lebih baik, aku memikirkan karier dan kesuksesan di masa depan. Aku tak pernah ambil pusing untuk urusan asmara. Toh, jodoh dan mati sudah ada yang mengatur, kenapa manusia harus repot? Yang aku pikirkan hanya jika nanti aku berhasil, maka keluargaku pun akan bahagia. Itu saja. Kau pun hadir saat itu agar perjuangan ku mulai terasa ringan. Terima kasih karena memilih wanita sepertiku, menerima semua kekurangan dalam diriku, yang tak mungkin bisa kusebutkan satu per satu. Aku sangat menghargai ketulusanmu, cintamu, dan pengorbananmu. Setiap aku membutuhkanmu, kau pun selalu ada di sampingku.  Namun, terkadang hatiku terluka saat aku mengingat masa laluku. Kuhabiskan masa mudaku untuk berjuang demi cita - cita yang ingin ku gapai. Ke...

(Prosa) Penantian tanpa kepastian

Kucoba kuatkan hati, mesti tiada harapan pasti yang engkau berikan. Kucuba bersabar menahan gejolak di dada, meski sering kali engkau memilih diam. Karena sulit bagiku untuk melupakanmu dan jiwaku hanya tentram ketika menyebut namamu, bukan yang lain. Sempat juga aku berpikir untuk menanyakan sebuah kepastian, “apakah masih ada harapan untukku memilikimu seutuhnya?” Namun, aku tak sanggup menderamu dengan pertanyaan berat ini. Aku tak ingin hadirkan beban dalam hatimu sehingga engkau tak bisa konsentrasi dalam duniamu. Kutahan gelisah, meski wajahmu seringkali datang menghampiri jiwa. Kukuatkan kesabaran dalam penantian tanpa kepastian. Cukuplah dirimu di hatiku saat ini, karena engkaulah yang hadirkan ketenangan. Bukan yang lain, yang seringkali lewat ucapan dan pintanya mendera pikiranku. Mereka menghampiriku, kemudian membunuhku perlahan. Beda dengan dirimu, sapaanmu telah hadirkan berjuta inspirasi. Senyummu kobarkan semangat membara. Tanpa harus berkamuflase dengan kata-k...

Andai Kamu Jadi Aku

Ku tulis ini saat mataku tak lagi menangis Ku tulis ini saat mulutku tak lagi berkeluh Aku mengingatmu sebagai yang sempat hadir Meskipun aku tak pernah tinggal dihatimu Seandainya kau mengerti perasaanku Mungkin kau memilihku sebagai tujuan Tapi, aku hanya sebuah persinggahan Tempatmu meletakan segala kecemasan Lalu pergi tanpa janji untuk pulang padaku Ku berikan penuh perhatianku untukmu Tapi semua seakan tak kau gubris Aku ada disampingmu, Tapi getaran itu seakan tak kau rasakan Aku berada didekatmu, Namun perhatianku seperti kau abaikan Setiap detik dan waktu yang bergulir Aku menganggap semua telah berakhir Aku tak boleh lagi berharap terlalu jauh Aku membayangkan perasaanku hilang Aku memimpikan lukaku segera kering Namun sampai kapan aku terus mencoba? Seandainya kau bisa membaca perasaanku Dan kamu bisa mengetahui isi otakku Mungkin hatimu yang beku akan mencair Aku tak pernah tau apa salahku Kita yang baru saja kenal, B...