Aku puan yang memperjuangkanmu
Aku yang menguatkanmu ketika rapuh
Aku selalu temani tiap langkah kakimu
Sudah empat tahun lamanya kita bersama
Banyak cerita suka dan duka yang kita tulis
Kita pernah hampir menyerah berjuang
Kita juga pernah tertawa bahagia
Dia puan yang baru kau kenal
Dalam hitungan bulan kau berhasil berpaling
Kau mulai menggoreskan cerita bersamanya
Kau begitu terlena di dalam cintanya
Dalam hitungan bulan kau berhasil berpaling
Kau mulai menggoreskan cerita bersamanya
Kau begitu terlena di dalam cintanya
Sampai kau lupa,
Masih ada aku diantara kalian
Masih ada aku yang masih mencintaimu
Masih ada aku yang tak tau penghianatan kalian
Masih ada aku yang selalu menunggumu pulang
Masih ada aku diantara kalian
Masih ada aku yang masih mencintaimu
Masih ada aku yang tak tau penghianatan kalian
Masih ada aku yang selalu menunggumu pulang
Apa salahku padamu?
Apa kurangnya aku selama ini?
Apa aku tak semenarik dulu di matamu?
Kenapa kau lebih memilih penggoda itu?
Apa lebihnya dia dari diriku?
Apa menariknya dia dibanding aku?
Mengapa kau setega itu padaku?
Mengapa kau khianati cinta kita?
Apa kurangnya aku selama ini?
Apa aku tak semenarik dulu di matamu?
Kenapa kau lebih memilih penggoda itu?
Apa lebihnya dia dari diriku?
Apa menariknya dia dibanding aku?
Mengapa kau setega itu padaku?
Mengapa kau khianati cinta kita?
Tuan sungguh kau tak adil padaku
Teganya kau bermain api di belakangku
Kau cinta aku, tapi kau merajut cinta lain
Kau bilang tak akan meninggalkan aku
Ternyata kau yang pergi tinggalkan aku
Dimana kesetiaan yang kau janjiikan?
Teganya kau bermain api di belakangku
Kau cinta aku, tapi kau merajut cinta lain
Kau bilang tak akan meninggalkan aku
Ternyata kau yang pergi tinggalkan aku
Dimana kesetiaan yang kau janjiikan?
Tuan apa kau lupa akulah pemilik
hatimu?
Kau biarkan sang penggoda hadir diantara kita
Kau izinkan dia merebut semua kebahagiaanku
Entahlah, apa yang saat itu ada di benakmu!
Kau biarkan sang penggoda hadir diantara kita
Kau izinkan dia merebut semua kebahagiaanku
Entahlah, apa yang saat itu ada di benakmu!
Meski kini badai berganti pelangi
Tapi hatiku belum pulih seutuhnya
Hati ini telah hancur berkeping-keping
Luka pengkhianatanmu terpatri dalam hatiku
Jujur, aku memang sudah memaafkan dirimu
Tapi bagiku namamu telah mati tepat setelah kau pergi
Tapi hatiku belum pulih seutuhnya
Hati ini telah hancur berkeping-keping
Luka pengkhianatanmu terpatri dalam hatiku
Jujur, aku memang sudah memaafkan dirimu
Tapi bagiku namamu telah mati tepat setelah kau pergi
Jakarta,
Angel Sibarani
Comments
Post a Comment