Aku tak punya nyali sampaikan rindu yang menggebu
Terlalu ragu-ragu ku katakan bahwa kau tak lagi disana
Hatimu tak lagi tersedia untukku
Aku hanya berusaha menyembunyikannya sendirian, Membenamkan rindu yang keras kepala meminta diutarakan
Menyakitkan? Iya..
Tapi itu lebih baik daripada aku menyampaikannya,
Dan akhirnya kecewa yang ku dapatkan
Aku tak sanggup menderita untuk kesekian kali
Lalu, kini setiap rindu yang hadir kusampaikan dalam sebuah doa
Walau aku yakin kau tak akan pernah tahu
Biarlah, Mencintaimu dalam bisu menjadi pilihan
Sakit melihatmu sekarang mampu melepaskanku
Dan kau tau hal paling menyedihkan dari sebuah perpisahan?
Orang yang dulu mati-matian memintamu untuk bertahan,
tetapi sekarang memilih untuk berjalan sendirian
Melepaskan genggaman lalu pergi meninggalkan
Tanpa sebuah pesan
Tanpa sebuah catatan
Hanya sebuah sakit yang tak bisa dijelaskan
Jakarta,
Angel Sibarani

Comments
Post a Comment