Skip to main content

Ku coba tepis rasa itu


Ditengah malam gelap nan pekat
Aku teringat pada bayanganmu
Selalu melintas di kelopak mataku
Aku mencoba untuk melupakanmu

Namun bayangmu trus menghampiriku
Sunyiku seperti kau tabur bunga rindu
Kau bagai angin sejukkan jiwa ragaku
Kau mengalihkan seluruh duniaku

Sampai datang masa pertemukan kita
Untuk kembali atau terpisah selamanya
Sungguh hina diriku ini
Mencintai orang yang tak mencintai ku
Dan takkan pernah menyayangiku

Namun sia-sia sudah mahligai cintaku
Tidak ada lagi mimpi indah itu
Semua telah sirna terbakar
Seperti kayu menjadi arang abu
Aku coba bertanya pada malam
Tapi dia telah diam membisu

Angin puting pun berlalu
Dia berlalu tanpa jawaban
Hanya satu yang terucap
Mengapa aku mencintaimu

Sepertinya telah cukup aku tulis
Telah cukup dalam hati ini teriris
Akan kucoba lagi cinta dari awal
Dengan dia yang merasakannya

Namun cinta untukmu terus bertahan
Disisa hati ini pun cintamu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan, bagaimana semua harus diartikan?

Jakarta,
Angel Sibarani

Comments