Skip to main content

Sahabatku, Penghianat Cintaku


Aku selalu berkisah tentangnya
Seberapa dalamnya perasaanku
Seberapa kuat cinta menerkamku
Seberapa menyejukkan senyumannya
Aku masih merasa sesak yang sama
Aku tau akhirnya aku akan sesedih ini
Aku berusaha menghindari air mata
Tapi aku bukan wanita yang kuat

Kau sahabat tapi kau menikamku
Sejak itu tak lagi kita berbagi kisah
Aku menutup rapat-rapat mulutku
Aku menjaga setiap ucapanku

Pria yang kuceritakan padamu
Kini telah menjadi kekasihmu
Semakin aku berusaha melawan
Semakin aku tak bisa menerima
Bahwa segalanya tak lagi sama

Berbahagialah kamu bersama pria itu
Pria yang namanya pernah singgah
pria yang selalu ada dalam ceritaku
Pria yang bagiku terlalu tinggi kugapai
Pria yang terlalu misterius ku mengerti

Setiap melihatmu bersama pria itu
Aku berusaha meyakinkan diriku
Bahwa aku bahagia bersama kalian
Aku tau sejatinya cinta adalah ikhlas
Iklas melihat yang kucintai bahagia
Meski ia tak menjadikanku pilihannya

Aku mohon jagalah pria itu
Jaga dengan susah payahmu
Jaga dengan sekuat tenagamu
Aku ingin dia bahagia bersamamu
Aku ingin kamu alasan bahagianya
Di sini aku tak bisa berbuat banyak
Selain berdoa agar kalian selalu bahagia

Jakarta,
Angel Sibarani


Comments

Popular posts from this blog

Sebuah Drama Topeng Pendusta

Pernahkah kau berpikir tentang aku? Apa kau peduli pada perasaanku? Apakah kau anggap aku ada? Atau bagimu aku hanya mainan? Tidakkah kau mendengar jeritan hatiku? Padahal pintaku hanya sedikit, tidak lebih Tolong dengarlah sekali saja, tak perlu lebih Mungkin di matamu aku terlihat tegar Tapi kau telah salah besar menilaiku Belahan lain diriku juga bisa menangis pilu Bahkan separuhnya meminta untuk rebah Dan kau semakin menjadi-jadi menyiksaku Kau seperti si dungu berwajah lugu Kau menikmati setiap inci goresan luka ini Hai lihatlah, aku merintih dalam ringai! Aku tersenyum dalam luka! Dan aku tertawa dalam kepalsuan! Semua seperti sebuah kebohongan besar Hingga muak menjadi satu dengan lelah Aku lelah harus berpura-pura tabah Aku lelah harus selalu tersenyum palsu Bahkan diam-diam aku mengaung tangis Drama ini benar-benar membuatku muak Aku benci kenajisan yang kau ciptakan Lalu kau suguhkan pada penikmat dusta Kapan aku bisa tersenyum saat bahagia? ...

Andai Kamu Jadi Aku

Ku tulis ini saat mataku tak lagi menangis Ku tulis ini saat mulutku tak lagi berkeluh Aku mengingatmu sebagai yang sempat hadir Meskipun aku tak pernah tinggal dihatimu Seandainya kau mengerti perasaanku Mungkin kau memilihku sebagai tujuan Tapi, aku hanya sebuah persinggahan Tempatmu meletakan segala kecemasan Lalu pergi tanpa janji untuk pulang padaku Ku berikan penuh perhatianku untukmu Tapi semua seakan tak kau gubris Aku ada disampingmu, Tapi getaran itu seakan tak kau rasakan Aku berada didekatmu, Namun perhatianku seperti kau abaikan Setiap detik dan waktu yang bergulir Aku menganggap semua telah berakhir Aku tak boleh lagi berharap terlalu jauh Aku membayangkan perasaanku hilang Aku memimpikan lukaku segera kering Namun sampai kapan aku terus mencoba? Seandainya kau bisa membaca perasaanku Dan kamu bisa mengetahui isi otakku Mungkin hatimu yang beku akan mencair Aku tak pernah tau apa salahku Kita yang baru saja kenal, B...

Ternyata kau bukan untukku

Jauh darimu aku hanya sebuah angan Berada dihadapanmu jadi sebuah bayang Tak berarti apa-apa Tak guna apa-apa Aku bahagia saat jenuhku bersamamu Meski kau acuh atas rasa itu Aku tau, mengerti, dan juga paham Hatimu hanya untuk yang kau beri senyum Bahkan waktuku tak mampu menggantinya Tak bisa sedetikpun memalingkanmu darinya Sekarang aku sadar Ragamu selalu bersama dan menemaniku Namun hati dan pikiranmu terpaut padanya Tapi tenanglah Itu tak membuatku meninggalkanmu Akan kusimpan baik-baik rasa ini Akan kubuatkan ruang tersendiri dihatiku Akan aku lepas kamu Namun akan kujaga kamu dari kejauhan Karena aku tak mau mengurungmu dalam kemunafikan Jakarta, Angel sibarani