Skip to main content

Tentang Kisah Pilu


Ini tentang sebuah kisah pilu
Selalu membuatku mengharu biru
Hanya ada airmata dalam ceritanya 
Hanya ada duka dalam helaan nafas
Kini aku hanya ingin terbang pergi jauh
Melepas derita yang kian menikamku
Menghirup makna bahwa aku tak ada
Kujadikan satu harap di hidupku kelak

Airmata seakan tiada guna lagi
Seakan tuli mendengar tangisku
Seakan tak perdulikan deritaku
Semua hanya jerat penderitaan
Sungguh aku iri melihat pelangi 
Yang indah di perujung badai
Andaikan aku seperti pelangi
Maka aku tak butuh airmata

Aku hanya debu dimata tuhan
Aku hanya sebuah jasad hina
Derita hati akan membayang
Selama aku dikandung badan
Aku ingin kembali menjadi abu
Menjadi rumah tempat berpulang
Menumbuh rindu yang kian beku
Memohon ampun pada sang illahi

Wahai sang sutradara hidupku 
Kumohon dengarlah jeritanku
Ampuni aku dengan cintamu
Tuhan, aku mohon kepadamu
Sudilah engkau memaafkanku
Biar aku tak hidup dalam derita
Mencari senyum di bara sesak
Aku telah mati menunggu rasa
Seakan janji setia tak berguna

Mungkin ini sudah takdir mati
Mengejang diujung rasa sakit
Aku menangis meraung-raung
Menunggu malam membawaku
Terima kasih untuk Tuhanku
Kau teramat baik padaku
Aku percaya di dasar hatiku
Bahwa kau tak meninggalkanku
Bahwa kau paham arti airmata ini

Jakarta,
Angel Sibarani

Comments

Popular posts from this blog

Sebuah Drama Topeng Pendusta

Pernahkah kau berpikir tentang aku? Apa kau peduli pada perasaanku? Apakah kau anggap aku ada? Atau bagimu aku hanya mainan? Tidakkah kau mendengar jeritan hatiku? Padahal pintaku hanya sedikit, tidak lebih Tolong dengarlah sekali saja, tak perlu lebih Mungkin di matamu aku terlihat tegar Tapi kau telah salah besar menilaiku Belahan lain diriku juga bisa menangis pilu Bahkan separuhnya meminta untuk rebah Dan kau semakin menjadi-jadi menyiksaku Kau seperti si dungu berwajah lugu Kau menikmati setiap inci goresan luka ini Hai lihatlah, aku merintih dalam ringai! Aku tersenyum dalam luka! Dan aku tertawa dalam kepalsuan! Semua seperti sebuah kebohongan besar Hingga muak menjadi satu dengan lelah Aku lelah harus berpura-pura tabah Aku lelah harus selalu tersenyum palsu Bahkan diam-diam aku mengaung tangis Drama ini benar-benar membuatku muak Aku benci kenajisan yang kau ciptakan Lalu kau suguhkan pada penikmat dusta Kapan aku bisa tersenyum saat bahagia? ...

Andai Kamu Jadi Aku

Ku tulis ini saat mataku tak lagi menangis Ku tulis ini saat mulutku tak lagi berkeluh Aku mengingatmu sebagai yang sempat hadir Meskipun aku tak pernah tinggal dihatimu Seandainya kau mengerti perasaanku Mungkin kau memilihku sebagai tujuan Tapi, aku hanya sebuah persinggahan Tempatmu meletakan segala kecemasan Lalu pergi tanpa janji untuk pulang padaku Ku berikan penuh perhatianku untukmu Tapi semua seakan tak kau gubris Aku ada disampingmu, Tapi getaran itu seakan tak kau rasakan Aku berada didekatmu, Namun perhatianku seperti kau abaikan Setiap detik dan waktu yang bergulir Aku menganggap semua telah berakhir Aku tak boleh lagi berharap terlalu jauh Aku membayangkan perasaanku hilang Aku memimpikan lukaku segera kering Namun sampai kapan aku terus mencoba? Seandainya kau bisa membaca perasaanku Dan kamu bisa mengetahui isi otakku Mungkin hatimu yang beku akan mencair Aku tak pernah tau apa salahku Kita yang baru saja kenal, B...

Ternyata kau bukan untukku

Jauh darimu aku hanya sebuah angan Berada dihadapanmu jadi sebuah bayang Tak berarti apa-apa Tak guna apa-apa Aku bahagia saat jenuhku bersamamu Meski kau acuh atas rasa itu Aku tau, mengerti, dan juga paham Hatimu hanya untuk yang kau beri senyum Bahkan waktuku tak mampu menggantinya Tak bisa sedetikpun memalingkanmu darinya Sekarang aku sadar Ragamu selalu bersama dan menemaniku Namun hati dan pikiranmu terpaut padanya Tapi tenanglah Itu tak membuatku meninggalkanmu Akan kusimpan baik-baik rasa ini Akan kubuatkan ruang tersendiri dihatiku Akan aku lepas kamu Namun akan kujaga kamu dari kejauhan Karena aku tak mau mengurungmu dalam kemunafikan Jakarta, Angel sibarani